Modul 4 - Smart Trash Bin
MODUL 4
SMART TRASH BIN
Untuk merancang dan membangun sistem tong sampah otomatis (Smart Trash Bin) yang dapat membuka dan menutup secara otomatis menggunakan sensor infrared.
Untuk menampilkan tingkat kepenuhan sampah secara real-time melalui sensor jarak dan tampilan seven segment.
Untuk meningkatkan efisiensi dan kebersihan lingkungan tanpa perlu interaksi langsung dengan tong sampah.
Untuk menerapkan otomatisasi berbasis sensor dan logika digital sebagai bentuk penerapan teknologi cerdas dalam kehidupan sehari-hari.
ALAT
1. Adaptor
Sistem tong sampah otomatis (Smart Trash Bin) merupakan salah satu penerapan teknologi elektronika digital yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kebersihan lingkungan melalui proses otomatisasi. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan sensor untuk mendeteksi keberadaan objek dan ketinggian sampah, kemudian mengolah sinyal tersebut menjadi aksi mekanik dan tampilan digital. Dengan adanya sistem ini, pengguna tidak perlu menyentuh tutup tong sampah secara langsung, sehingga lebih higienis dan praktis digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Komponen utama dalam sistem ini adalah sensor infrared (IR) yang berfungsi mendeteksi keberadaan objek di depan tong sampah. Sensor ini bekerja berdasarkan prinsip pemantulan cahaya inframerah dari pemancar ke penerima. Ketika ada tangan atau objek mendekat, sinar inframerah akan dipantulkan kembali dan diterima oleh sensor, menghasilkan sinyal logika yang digunakan untuk mengaktifkan mekanisme pembuka tutup tong. Dengan cara ini, sistem dapat membuka secara otomatis tanpa memerlukan sentuhan langsung.
Selain itu, sistem dilengkapi dengan sensor jarak analog GP2Y0A21YK0F yang berfungsi mengukur tingkat kepenuhan sampah di dalam tong. Sensor ini bekerja berdasarkan prinsip pantulan sinar inframerah untuk menentukan jarak antara sensor dan permukaan objek di depannya. Semakin dekat posisi sampah terhadap sensor, semakin besar tegangan output yang dihasilkan. Tegangan analog ini kemudian dibandingkan menggunakan op-amp LM358 yang berfungsi sebagai komparator, sehingga sistem dapat membedakan kondisi tong sampah apakah masih kosong, setengah penuh, atau sudah penuh.
Op-amp LM358 merupakan penguat operasional yang memiliki dua kanal dan sering digunakan dalam sistem pengkondisian sinyal. Dalam proyek ini, LM358 berperan sebagai pembanding antara tegangan referensi dan tegangan dari sensor jarak. Dengan menyesuaikan potensiometer, tegangan referensi dapat diatur sesuai kebutuhan agar sistem dapat mendeteksi batas ketinggian sampah dengan akurat.
Untuk menampilkan hasil deteksi secara digital, digunakan IC counter 74192 yang berfungsi sebagai penghitung naik/turun (up/down counter). Counter ini menerima sinyal dari komparator dan mengubahnya menjadi data biner. Data tersebut kemudian diteruskan ke IC decoder 74LS47, yang mengonversi data biner menjadi sinyal yang dapat ditampilkan pada display seven segment. Dengan kombinasi ini, sistem dapat menampilkan angka 0 ketika tong kosong, angka 2 ketika setengah penuh, dan angka 3 ketika tong sampah sudah penuh.
Selain itu, gerbang logika AND (IC 7408) dan NOT (IC 7404) digunakan untuk mengatur logika kerja sistem, khususnya dalam kondisi penuh. Saat tong sampah penuh, logika AND akan memutus sinyal dari sensor infrared, sehingga motor atau solenoid tidak akan membuka tutup tong. Hal ini mencegah sampah meluap dan menjaga sistem tetap aman dari kelebihan kapasitas.
Untuk menggerakkan tutup tong, digunakan relay dan solenoid push pull sebagai aktuator. Relay berfungsi sebagai saklar otomatis yang dikendalikan oleh sinyal dari op-amp, sedangkan solenoid menghasilkan gerakan mekanik membuka atau menutup tutup tong. Ketika sensor infrared aktif, relay akan menyalakan solenoid untuk membuka tutup, dan sebaliknya ketika tidak ada objek, tutup akan menutup kembali.
Agar sistem dapat bekerja stabil, digunakan komponen pendukung seperti resistor, kapasitor, dan DC buck converter. Resistor berfungsi membatasi arus listrik dan membentuk pembagi tegangan, sedangkan kapasitor membantu menstabilkan tegangan pada rangkaian. DC buck converter digunakan untuk menurunkan dan menstabilkan tegangan dari adaptor sesuai kebutuhan tiap komponen.
Secara keseluruhan, sistem tong sampah otomatis ini merupakan integrasi antara sensor, rangkaian logika digital, op-amp, counter, dan aktuator mekanik. Setiap bagian bekerja secara terkoordinasi untuk mendeteksi kondisi lingkungan, mengolah sinyal, dan memberikan respon otomatis. Dengan memanfaatkan prinsip elektronika analog dan digital, proyek ini menjadi contoh penerapan teknologi sederhana yang mendukung gaya hidup modern, higienis, dan ramah lingkungan.








Komentar
Posting Komentar